{"id":206,"date":"2016-03-14T05:15:49","date_gmt":"2016-03-14T05:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/?p=206"},"modified":"2016-03-14T05:16:53","modified_gmt":"2016-03-14T05:16:53","slug":"international-multitasking-librarian-supriyono","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/?p=206","title":{"rendered":"International Multitasking Librarian (Supriyono)"},"content":{"rendered":"<p>Sumber <a href=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.wordpress.com\/2016\/03\/14\/international-multitasking-librarian\/\">klik<\/a><\/p>\n<p>Yogyakarta, 10 Maret 2016, Gedung University Club (UC) UGM, Yogyakarta, Kamis, 10 Maret 2016,. Diadakan Seminar Multitasking librarian seminar ini menghadirkan 3 pembicara Yaitu Ratih IbrahimMM. Psychologist, CEO Personal Growth, Jakarta. Topik: \u201cMeningkatkan Profesionalisme SDM Perpustakaan melalui Interpersonal Skills\u201d.Disamping juga menghadirkan Dr. Kuwat Triyana, Dosen Ilmu Fisika FMIPA dan Peneliti LPPT Universitas Gadjah Mada. Topik: \u201cPeran dan Dukungan Pustakawan dalam Kegiatan Pembelajaran, Penelitian dan Publikasi Ilmiah\u201dDan juga menghadirkan Mrs Lee Cheng Ean from University of Singapore (NUS) Librarian Chief librarian national dengan topik \u201c Meningkatkan berbagai layanan pengguna \u201c<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-4.jpg\" rel=\"attachment wp-att-886\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-886 alignright\" src=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-4.jpg?w=440\" alt=\"lib 4\" \/><\/a><br \/>\nMultitasking Pada era global Service Excellent<br \/>\nPada era global saat ini, persaingan tenaga kerja asing semakain banyak, hal ini membuat perpustakaan memaksa meningkatkan performa kerjanya, untuk meningkatkan dan mempercepat performa dan keinginan perpustakaan, tidak jarang ditemui para staf perpustakan menjalankan pekerjan lebih dari satu pekerjaan di saat yang bersamaan, kegiatan ini dinamakan multitasking librarian. Ini adalah kinerja yang dilakukan pustakawan untuk menangani lebih dari satu pekerjaan atau satu tugas pada waktu yang sama, istilah ini berasal dari tugas ganda. Multitasking librarian memungkinkan pustakawan memudahkan atensi dan usaha dari satu tugas ke tugas yang lain harus dipelajari ulang informasi yang sama atau memulai tugas yang sama dari awal. Multitasking librarian merupakan kemampuan yang dimiliki terutama dengan semakin meningkatkan jumlah informasi. Multitasking memungkinkan pustakawan untuk mengolah sejumlah besar informasi secara simultan dan mengkompensasikan keterbatasan memilih kerjanya dengan memudahkan atensi dan usahanya dari satu tugas ke tugas yang <span class=\"skimlinks-unlinked\">lain.Jadi<\/span> multitasking librarian memungkinkan pustakawan untuk menyelesaikan beberapa tugas hampir secara kebersamaan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat perpustakaan akan kuantitasnya, hal ini dapat dilihat aspek \u2013 aspek pribadi seseorang pustakawan yang mungkin dia bisa mencapai kinerja yang superior. Aspek pribadi ini mendorong dirinya untuk mencapai kinerja yang superior yang dimilikinya. <a href=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-3.jpg\" rel=\"attachment wp-att-885\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-885\" src=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-3.jpg?w=300&amp;h=225\" alt=\"lib 3\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a><\/p>\n<p>Menurut dewi Ratih multitasking librarian berkemampuan berkompetensi Interpersonal merupakan kemampuan untuk membangun dan menjaga hubungan yang afektif setiap pustakawan dapat memaknai melakukan komunikasi efektif yang meliputi kemampuan hubungan interpersonal kemampuan membuka diri untuk menafsirkan kebutuhan pemustaka, kemampuan untuk bersikap asersif, empati serta dapat mengelola dan mengatasi konflik dengan orang lain.<\/p>\n<p>Kemampuan berorganisasi<br \/>\nSetiap pustakawan harus mempunyai kemampuan untuk menciptakan kualitas, harus mampu melakukan perubahan menjadi pekerja tidak lagi hanya memilah pengetahuan, tetapi bisa memberikan manfaat bagi banyak pemustaka sehingga benar- benar menjadi kunci keberhasilan selain kegiatan usaha, disamping pustakawan harus berfokus pada nilai yang dihasilkan dapat memuaskan stakeholder dan juga memuaskan pada dirinya sendiri.<br \/>\nMempunyai spirit hospital<br \/>\nPustakawan harus memiliki tanggung jawab, mempunyai kemampuan memahami perubahan secara cepat dan melaksanakan tugas- tugasnya secara cepat dan tepat.<br \/>\nGood computer skill<br \/>\nSeorang pustakawan harus merencanakan pengembangan professional untuk memposisikan diri untuk karir masa depan maka harus mempunyai preferensi teknologi di bidangnya diantaranya :<br \/>\n1) Web and Social skill<br \/>\nSeorang pustakawan dalam berorganisasi mencari untuk meningkatkan jejak mereka di web dan media social dapat meningkatkan situs alat \u2013 alat menajemen konten HTML dan memanfaatkan media social dalam menyampaikan organisasi di samping menuasai aplikasi untuk meningkatkan daya tarik dalam organisasi.<br \/>\n2) Email<br \/>\nSeorang pustakawan bisa menggunakan email bagi kehidupan pribadi dan professional untuk meningkatkan produktivitas kantor.<br \/>\n3) Computer net work<br \/>\nSeorang pustakawan harus berkemampuan dalam penguasaan jaringan.<br \/>\n4) Data base<br \/>\nSerang pustakawan berkemampuan dalam menguasai basis data.<br \/>\nLanguage skill<br \/>\nSeorang pustakawan meningkatkan ketrampilan melibatkan kegiatan pemblajaran empat ketrampilan berbahasa yaitu: listening (menyimak) berbicara (speaking) Membaca (reading) menulis (writing) ke empat ketrampilan berbahasa ini dikemas ke dalam standart kompentensi.<br \/>\nPeran dan Dukungan Pustakawan dalam Kegiatan Pembelajaran, Penelitian dan Publikasi Ilmiah. Dr. Kuwat Triyana. Dosen Ilmu Fisika FMIPA dan Peneliti LPPT Universitas Gadjah Mada<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-6.jpg\" rel=\"attachment wp-att-887\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-887 alignright\" src=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-6.jpg?w=440\" alt=\"lib 6\" \/><\/a>Sementara Dr Kuwat Triyana dalam paparannya menyampaikan pandangannya mengamati beberapa pokok pikiran tentang pemblajaran student center learning, siklus penelitian dan publikasi, peran dukungan pustakawan,hasil survey peningkatan kualitas layanan, usulan peningkatan <span class=\"skimlinks-unlinked\">layanan.Tren<\/span> pembalajaran sekarang mahasisiwa dituntut belajar mandiri, Yang dulunya teacher center menjadi student center sehingga mahasiswa dituntut aktif mandiri dalam mencari sumber \u2013 sumber informasi mahasiswa tidak ditentukan judul informasi dan juga tidak dibatasi jumlahnya, dosen hanya menyampaikan topiknya <span class=\"skimlinks-unlinked\">saja.Dosen<\/span> hanya sebagai fasilitator untuk membantu belajar di luar pemblajaran dalam mengembangkan kemampuan sebuah penelitian.Masalah yang dihadapi dosen masih kurang mengikuti tren keilmuan <span class=\"skimlinks-unlinked\">muthakirnya.Dosen<\/span> dan mahasiswa mengakses sumber teks book dari perpustakaan yang dikelola oleh perpustakaan memudahkan mencari litertur yang lebih spesifik. Dengan dukungan Peran pustakawan dalam melakukan proses riset maka di perlukan berbagai perbaikan dan usulan, diantaranya pentingnya meninjau ulang sistem sosialisasi literature online yang dilanggan ke civitas agar lebih efektif, seperti dibuatnya digital e- library, perlunya perpindahan dari e-libray ke m elibrary, dan dibuatnya saluran umpan balik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-2.jpg\" rel=\"attachment wp-att-884\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-884\" src=\"https:\/\/paguyubanhambuditoto.files.wordpress.com\/2016\/03\/lib-2.jpg?w=225&amp;h=300\" alt=\"lib 2\" width=\"225\" height=\"300\" \/><\/a>Pembicara ke 3 menghadirkan Mrs. Lee Cheng Ean, Chief Librarian, National University of Singapore (NUS).<br \/>\nSedangkan pembicara ke 3 menyampaikan pengalaman pribadinya dalam membangun team work sebagai seorang pustakawan harus mampu sebagai partner dalam pendidikan dan pemblajaran riset pada nasional University of Singapore. Dalam membentuk team work yang sukses, yang perlu disadari adalah adanya berbagai tren sekarang dan di masa depan, dimana disusun komitmen bersama strategi membangun team work yang diyakini mampu meningkatkan peran dan kemampuan pustakawan dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditentukaan. Perpustakaan dalam menyusun team worknya menjadi 3 team work berupa 30 % Fungtional team yaitu berupa Asset manajemen, aquaisisi, e- resources majaement, serial manajemen,IR. 20 % project team berupa portal review, library refresh and renovations. 50 % Resource team berupa Information literacy programmes,Outrech, Advisory one on one advisory or small goups, information service- information desk, after office hours duty, only chat <span class=\"skimlinks-unlinked\">service.Dan<\/span> diperlukan Tranformation librarian dalam building new abilities dari old ke new berupa Inward looking menjadi networker \u2013 technical expert \u2013 Multiskill \u2013 Reactive \u2013 proactive \u2013 Information Gatherer \u2013 Problem solver. Sementara Transformative librarian Building new Capabilities dari old ke new berupa Gatekeeper menjadi Collaborator, dari online searcher menjadi instructor dari custodian of collection menjadi facilitator, dari service provider menjadi information advisor.(Prilangka)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber klik Yogyakarta, 10 Maret 2016, Gedung University Club (UC) UGM, Yogyakarta, Kamis, 10 Maret 2016,. Diadakan Seminar Multitasking librarian seminar ini menghadirkan 3 pembicara Yaitu Ratih IbrahimMM. Psychologist, CEO Personal Growth, Jakarta. Topik: \u201cMeningkatkan Profesionalisme SDM Perpustakaan melalui Interpersonal Skills\u201d.Disamping juga menghadirkan Dr. Kuwat Triyana, Dosen Ilmu Fisika FMIPA dan Peneliti LPPT Universitas Gadjah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":515,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,1],"tags":[27,15],"class_list":["post-206","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-uncategorised","tag-multitasking-librarian","tag-supriyono"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/515"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/206\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pustakawan.lib.ugm.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}