MOOC: belajar dengan banyak peserta, tidak terikat waktu [2]

By | 18th August 2017

Hari kedua (11/8)

DSC_2106

jalan di seputar kampus

Sesuai niat hari sebelumnya, hari kedua kami datang ke lokasi workshop dengan jalan kaki. Karena jarak tidak terlalu jauh, dengan jalan yang belum pernah kami lalui, pagi itu perjalanan dari penginapan ke lokasi workshop terasa menyenangkan. Padahal, malam harinya, kami keliling Bangkok dengan diantar seorang teman yang bekerja di Perpustakaan Nasional Thailand. Serta pagi harinya kami telah berjalan menyusuri jalan protokol di depan kampus, dan mengunjungi pasar kaget yang ada dalam kampus.

Di dalam kampus Mahidol Salaya ini, pada hari tertentu terdapat pasar dengan berbagai macam dagangan. Mulai dari makanan, asesoris, pakaian, buah, dan lainnya. Sayangnya, tidak ada asesoris khas Thailand atau Universitas Mahidol, sehingga kami tidak membeli apapun.

###

DSC_2140

Sepatu yang tertata rapi

Kami menyusuri jalan kampus yang dilengkapi dengan pohon-pohon yang cukup membuat sinar matahari berkurang panasnya. Berpapasan dengan mahasiswa yang bersepeda, beberapa sepeda motor yang terparkir, mahasiswa yang menunggu tram, serta mahasiswa yang sedang berlari olah raga. Kami sempat lupa jalan. Namun, setelah kami beranikan bertanya pada mahasiswa yang kami temui dengan Bahasa Inggris yang tidak sempurna, kami akhirnya sampai pada Mahidol Learning Center. Kami juga sempat heran. Di parkiran motor, tak ada motor baru, semua, sebatas kami memandang, adalah motor dengan tahun lama, namun masih terlihat baru.

Tema sesi pertama hari kedua adalah “Creating a MOOC course for library instruction: a step by step”. Disambung dengan aspek copyright yang harus diperhatikan dalam membuat MOOC khususnya dalam menggunakan media yang telah ada di internet. Sesi kedua ini berjudul “Creating and Reusing Digital Contents, Open Education Resources (EOR), and Copyright Issues”. Dua sesi ini dihantarkan oleh Dr. Anutaria, pemateri sejak hari pertama. Agaknya Dr. Anutaria merupakan pemateri utama pada workshop ini.

DSC_2128

dapat posisi empat

Di sela-sela sesi, kami ditantang untuk berkompetisi menggunakan Kahoot. Ada 12 pertanyaan serta ada 2 pertanyaan pemanasan, tentang judul lagu, dan negara asal seorang artis (korea). Dari pertanyaan ini, kami bisa belajar beberapa hal tentang aspek legal sebuah media atau sumber daya yang ada di internet. Penggunaan video di Youtube, penggunaan informasi di blog orang lain, lisensi CC dengan beberapa turunannya, dan lainnya. Sayang, karena tergesa, kami kehilangan beberapa point, dan menempati posisi 4 dari 13 kelompok peserta. Lumayan, kelompok kami sempat muncul dalam 5 besar ketika hasil kompetisi di Kahoot itu ditampilkan, meskipun tidak mendapatkan hadiah.

Silakan unduh slide materi ini di http://www.li.mahidol.ac.th/AUNILO2017/wp-content/uploads/2017/06/CreatingMOOC.pdf

 

 

DSC_2133

salah satu proses membuat gambar

Berikutnya, kami diberi akun admin di edX-nya Mahidol (mux.li.mahidol.ac.th). Kami dipersilakan mempraktikkan membuat course. Menentukan sendiri nama course-nya, kemudian mengisi section, subsection dan lainnya. Setelah berhasil dibuat, salah satu dari anggota dalam satu meja
menambahkan akun lain dalam satu meja untuk menjadi tim teaching dalam membuat dan mengelola MOOC. Pustakawan Mahidol berkeliling untuk membantu peserta membuat course di edX, menjawab pertanyaan atau kesulitan peserta. Hal ini kami lakukan sampai menjelang istirahat untuk makan siang.

###

Setelah mengambil makan siang, menyelesaikan makan siang, kami bergegas ke musholla di Muslim Club Mahidol untuk menunaikan sholat Jumat. Sholat Jum’at dimulai pukul 12.40, sampai kurang lebih 13.10 menit.

###

Kami kembali ke ruang kelas. Ternyata, sesi berikutnya telah dimulai. Sesi terakhir ini berjudul “Video and Audio Production”, yang dihantarkan oleh Marut Kongklaew, seorang staf Audio Visual di Perpustakaan Mahidol. Secara umum, dengan Bahasa Inggris yang jelas, Marut mengantarkan materi pengambilan gambar, dan editing gambar/video dengan berbagai jenisnya.

Marut juga memberikan contoh kerja yang dia lakukan, berupa video literasi informasi yang diunggah di web mux-nya Mahidol Library. Marut memperlihatkan kerjanya membuat sket gambar, dan kemudian diolah menggunakan software agar gambar tersebut menjadi lebih hidup. Video dan animasi yang dihasilkan dan ditunjukkan Marut pada sesi ini, merupakan karya original. Mulai dari video yang diambil, animasi yang menyertai, karya sendiri yang diolah. Di bawah ini contoh video yang diolah oleh Marut. URL MOOCnya ada di https://muxdev.mahidol.ac.th/courses/course-v1:MAHIDOL_LIBRARY+IL.101+IL.2016/about

Kami sempat bertanya, “berapa waktu yang dibutuhkan untuk bisa menguasai software yang dibutuhkan?”. Ternyata Marut tidak belajar formal untuk menguasai software olah video dan gambar tersebut. Belajar dari buku, video, kemudian mempraktikannya. Ketertarikan, dan hobi menjadi salah satu kuncinya. Marut sempat memperlihatkan gambar arloji dan kamera, yang tampak seperti hasil foto. Padahal gambar tersebut adalah gambar goresan pensil oleh Marut yang diolah menggunakan software.

Silakan unduh slide materi ini di http://www.li.mahidol.ac.th/AUNILO2017/wp-content/uploads/2017/06/Video&audio_production.pdf

###

DSC_2129

Presentasi terakhir dari Marut

Dua hari di Mahidol ini, membuka dan meneguhkan kami bahwa membuat kuliah online membutuhkan persiapan matang, melibatkan berbagai pihak dengan berbagai keahlian. Untuk mempelajari MOOC dan membuat MOOC, lebih baik diawali dengan bergabung dalam MOOC yang telah ada, mengikuti prosesnya sampai selesai. Online course bukan sekedar memindahkan proses kuliah tradisional dalam media internet, namun jangkauan peserta yang lebih banyak sebagai bagian dari penyebaran informasi menjadi salah satu sisi khasnya. MOOC bisa menjadi alternatif dalam mengantarkan materi tertentu pada banyak orang. Pustakawan bisa mengambil peran dalam MOOC, dalam berbagai hal, serta keberhasilan MOOC perlu kedisiplinan dari pengelolanya.

Hari itu ditutup dengan post-test, pembagian sertifikat, dan foto bersama. Kami kembali ke penginapan, istirahat, kemudian berbenah untuk pulang esok harinya.

 

kami mengucapkan terimakasih, kepada Kepala Perpustakaan UGM, serta UGM atas kesempatan dan ijin yang diberikan. Semoga apa yang kami peroleh dapat bermanfaat bagi semuanya.

Purwoko & Haryanta

Tamat.

Foto lengkap hari kedua dapat dilihat di http://www.li.mahidol.ac.th/AUNILO2017/photo-gallery/aunilo-training-trainers-workshop-day-2/

Baca juga: http://pustakawan.lib.ugm.ac.id/blog/2017/08/mooc-belajar-dengan-banyak-peserta-tidak-terikat-waktu-1/

One thought on “MOOC: belajar dengan banyak peserta, tidak terikat waktu [2]

  1. Pingback: MOOC: belajar dengan banyak peserta, tidak terikat waktu [1] | Forum Pustakawan UGM

Comments are closed.