Author Archives: admin

Sage Talks: simple guide to writing a journal article (10th Januari 2018)

Speaker: Rosalia da Garcia

Participants: Faculty and Postgraduate Students of Social Humanities
Date: Wednesday, 10th Januari 2018
Time: 08.30 – 11.00 am
Venue: Auditorium Poerbatjaraka Building 3rd Floor FIB UGM

Online Reg: http://ugm.id/sage2018

FREE snack & certificate for 100 participants

Info:
WA/SMS: 0857 2508 1628 & 0815 7880 0226

A4D154B3C23A782F-47761

Capaian ganda: setelah juara 1 versi Perpusnas, Purwani Istiana menjadi juara 2 Pustakawan versi DIKTI 2017

sumber: http://sdm.ugm.ac.id/web/kegiatan/ugm-raih-juara-diktendik-berprestasi-tingkat-nasional-tahun-2017/

Pada tahun ini, tepatnya bulan Agustus 2017, Purwani Istiana menjuarai kompetisi pustakawan berprestasi di Perpustakaan Nasional. Silakan lihat berita sebelumnya di sini. Dua bulan kemudian, tepatnya akhir bulan Oktober, Purwani kembali menunjukkan kualitasnya pada ajang pemilihan akademisi berprestasi tingkat nasional yang diselenggarakan Kemristek DIKTI.

Pada pemilihan akademisi ini, Purwani bersaing dengan pustakawan lain tingkat perguruan tinggi di Indonesia, kemudian di saring menjadi 10 peserta. Peserta ini diminta menunjukkan yang terbaik dari yang dimilikinya di hadapan juri dalam bentuk presentasi serta metode lainnya. Purwani berhasil menjadi juara 2.

Torehan ini merupakan torehan yang bersejarah bagi pemilihan pustakawan tingkat nasional, dan bagi UGM. Satu orang, dalam dua jenis kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan dua institusi pusat yang berbeda, dan mampu menjadi dua besar.

Di grup jejaring sosial pustakawan UGM, berbagai ucapan selamat bermunculan.

Selamat buat Mbak Nina, penghargaan ganda yg luar biasa di tahun ini. Terima kasih telah mengharumkan nama UGM (Nawang Purwanti, Kepala Perpustakaan UGM)

Selamat mbak Nina, semoga jadi motivasi buat kita semua tuk berkreasi dan berkarya tuk Gadjah Mada dan ilmu pengetahuan pada umumnya…baarokallahufiik.. (Ali Mubarak, Farmasi)

Mbak Ninaaa….,😘😘  Selamat mbakyuu (Dewi Nurhastuti, Perpustakaan Pusat)

Selamat Mbak Nina,  sukses selalu (Theresia Isminarti)

Selamat dan sukses  terus  jeng Nina super kereeeen (Titik Hermini)

Selamat buat Mbak Nina, penghargaan ganda yg luar biasa di tahun ini. Terima kasih telah mengharumkan nama UGM. 🙏 (Surajiman)

Iyaa semangat dan kemampuannya emang 👍👍👍 Ayoo Dek Rusna yg msh muda…ikuti jejak Dek Nina… (Endah Ch, menyemangati teman-temannya)

 

d078987c-2009-4a34-807c-f7309942eff7

Sertifikat Perpusnas

a9b60a00-44d9-40fd-891d-99f5d0169224

Sertifikat Ristekdikti

Berita selengkapnya ada di https://www.ristekdikti.go.id/kemenristekdikti-anugerahi-pendidik-dan-tenaga-kependidikan-berprestasi-2017-2/

Purwani

Pustakawan UGM berkontribusi pada Call for Papers FPPTI DIY 2017

Setidaknya 5 artikel di presentasikan pada kegiatan Call for Papers FPPTI DIY, pada tanggal 11-12 Oktober 2017 bertempat di Perpustakaan UII. Lima artikel tersebut, lengkap dengan penulisnya adalah sebagai berikut:

  1. Literasi komprehensif: dukungan perpustakaan dan pustakawan perguruan tinggi dalam gerakan literasi nasional, oleh Roh wahyu widayati
  2. Pustakawan edukator: peran sosial pustakawan di era teknologi informasi, oleh Sarwono
  3. Pengembangan dan desiminasi repositori prosiding digital di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM, oleh  Sukirno
  4. Science and technology index (SINTA): apa peran pustakawan?, oleh Purwani istiana
  5. Peran sosial pustakawan di era teknologi informasi, oleh Sri rumani

Artikel lengkap, dapat diunduh melalui tautan http://www.fppti-diy.or.id/2017/10/seminar-nasional-dan-dialog-ilmiah.html.

Tentunya, pada kegiatan serupa lainnya, pustakawan UGM diharapkan tetap mampu berkontribusi dan mewarnainya dengan tulisan/penelitian yang dapat dijadikan tolok ukur perkembangan kepustakawan di UGM, dan dapat dijadikan contoh pustakawan lainnya.

Screenshot at 2017-10-16 14-03-47

Sumber: https://drive.google.com/drive/folders/0B4qCt0pbTrCaV25ISnJuR2trVE0

 

Rini Widarti: Pustakawan UGM, salah satu presenter terbaik Semnas FPTVKPI 2017

Screenshot at 2017-10-16 13-28-39

sumber foto: Rini W

Pada  tanggal 22-22 September 2017, diselenggarakan Seminar Nasional dan Rapat Kerja FPTVKPI 2017. FPTVKPI merupakan kependekan dari Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Kearsipan dan Perpustakaan Indonesia, yang beranggotakan institusi pendidikan yang memiliki pendidikan vokasi bidang kearsipan dan perpustakaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Jayakarta, Lombok, dihadiri oleh pengurus FPTVKPI dan presenter CFP. Ada 14 presenter yang lolos di call for papers (CFP), termasuk salah satunya dari UGM yang diwakili Rini Widarti.

Kegiatan ini bertema “Membangun kesadaran informasi masyarakat Indonesia, kontribusi keilmuan perpustakaan, kearsipan dan informasi”. Rini Widarti, pustakawan FEB UGM mempresentasikan artikel berjudul “Strategi Promosi sebagai Upaya Menjaga Loyalitas Pengguna Jasa Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi”. Rini merupakan penulis kedua dalam artikel ini, sebagai penulis pertama Ratih Nurhidayah. Presentasi ini, mengantarkan Rini menjadi salah satu presenter terbaik pada kegiatan call for papers ini.

“Saya merasa surprise banget… Karena saya merasa kurang berbakat di bidang public speaking. Tapi ternyata kalau kita benar-benar berlatih, bisa juga…” demikian komentar Rini, sekaligus jadi pesan untuk pustakwan lainnya.

Capaian ini, tentunya menambah deretan prestasi pustakawan UGM yang selama ini telah dicapai.

 

Mengoptimalkan teknologi untuk melayani pemustaka difable

WhatsApp Image 2017-09-12 at 5.04.45 PMPada hari Kamis (24/8) diadakan seminar dan workshop dengan tema “Aplikasi Teknologi Informasi bagi layanan Difable di Perpustakaan” bertempat di UNY. Pada kesempatan tersebut, kami, Siti Hidayati dan Widayati berkesempatan mengikuti sebagai utusan Forum Pustakawan UGM. Berikut paparan singkat materi.

Menurut UU nomor 43 tahun 2007 yang dimaksud dengan perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara professional. Sedangkan yang dimaskud dengan pemustaka adalah pengguna perpustakaan yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat atau lembaga dari berbagai kalangan, termasuk para penyandang difabel.

Dalam UU nomor 43 tahun 2007 juga disebutkan bahwa masyarakat yang mempunyai cacat dan atau kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan / atau sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing. Untuk itu menurut Pak Ajiwan Arif salah satu penggiat Braille’lant Indonesia sebagai pemateri pertama dalam acara workshop ini menyatakan bahwa perpustakaan hendaknya bersifat inklusif atau ramah bagi semua kalangan terutama untuk para penyandang difabel, misalnya untuk para difabel fisik yang menggunakan kursi roda maka bangunan perpustakaan harus mempunyai bidang miring atau harus mempunyai lift bila perpustakaan mempunyai lebih dari satu lantai, kemudian untuk hal koleksi seharusnya dilengkapi dengan koleksi braile khusus untuk difabel netra.

Namun dengan adanya perkembangan teknologi koleksi braile sudah dianggap sangat konvesional dan membutuhkan banyak biaya untuk itu perlu diadakan koleksi berbentuk audio book, digital book, komputer bicara, digital talking book player. Pak Ajiwan Arif juga mengungkapkan bahwa para penyandang difabel mempunyai animo yang sama besarnya dengan masyarakat lain yang bukan penyandang difabel dalam hal memperoleh informasi, namun sayangnya di kota Yogyakarta ini perpustakaan yang menyediakan koleksi braile masih sangat minim, selain itu para pustakawan juga masih minim pengetahuannya tentang huruf braile sehingga para pemustaka difabel netra sering kesulitan bila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai koleksi Braille, sebenarnya ini merupakan tantangan bagi kita sebagai seorang pustakawan untuk bisa belajar huruf Braille.

Dalam UU nomor 43 tahun 2007 diharapkan setiap perpustakaan harus mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Senada dengan yang disampaikan oleh bapak Ajiwan Arif bahwa perpustakaan harus bisa bersifat inklusif bagi para pemustaka terutama bagi para penyandang difabel, dalam workshop ini Bapak Heri Abi Burachman Hakim pustakawan perpustakaan ISI Yogyakarta sebagai pemateri kedua menyampaikan produk-produk teknologi informasi yang memudahkan para penyandang disabilitas dalam mengakses informasi dan mendapatkan layanan di dalam perpustakaan, yang selanjutnya bisa disebut dengan istilah teknologi asistif di perpustakaan.

Menurut Heri Abi ada beberapa perangkat lunak asistif yang dapat dikembangkan di perpustakaan dalam membantu pemustaka difabel, diantaranya :

  1. Screen Reader, merupakan perangkat lunak yang dapat menginformasikan objek yang ada didalam komputer kepada pengguna dalam bentuk audio.
  2. Screen Magnifer, merupakan perangkat lunak yang dapat memperbesar tampilan pada layar computer.
  3. Web Braille Translator, merupakan web yang dapat mengkonversi teks kedalam huruf Braille, yang dapat diunduh di http://www.brailletranslator.org/.
  4. Text-to-Speech (TTS) Software, merupakan perangkat lunak yang dapat mengkonversi teks kedalam suara
  5. Speech-to-Text (STT) merupakan perangkat lunak yang dapat mengkonversi suara kedalan text. Silakan unduh di https://Speechnotes.co/
  6. Optical Character Recognition (OCR), merupakan perangkat lunak yang dapat merubah hasil scan kedalam format text. FreeOCR merupakan salah satu perangkat lunak OCR yang bisa mengkonversi scan buku dengan OCR yang hasilnya text ke dalam bentuk audio

Perangkat keras yang dibutuhkan dalam menunjang teknologi asistif di perpustakaan diantaranya komputer, perekam suara, perangkat multimedia, Braille emborse dan scanner.

Para peserta workshop merasa sangat beruntung bisa mengikuti workshop yang diadakan IPI Yogyakarta ini karena selain memaparkan perangkat lunak yang dapat mendukung perpustakaan inklusi untuk penyandang tuna netra, Heri Abi juga membimbing peserta workshop dalam menginstal perangkat-perangkat lunak tersebut kedalam laptop peserta, sehingga peserta dapat mempraktekkannya secara langsung dan bisa menerapkannya ke perpustakaannya masing-masing terutama yang perpustakaan daerah dan perpustakaan sekolah luar biasa yang nota bene pemustakanya masyarakat luas yang mungkin penyandang disabilitas. (Siti Hidayati + Widayati)